"This is Formula for successful relationship: treat all disasters as trivialities but never treat a triviality as disaster" Quentin Crisp Selamat pagi. Mari kita lihat bagaimana prilaku dalam gencana. (1) Hampir semua reporter TV sll mengatakan "mereka belum menerima bantuan" (2) Atau, sambil menyorongkan mikrofon, pertanyaannya selalu: "apakah sudah menerima bantuan?" (3) Sikap ini mirip dg pertanyaan reporter pd keluarga yg kena musibah kecelakaan, "apakah ada firasat atau mimpi sblm kepergian almarhum?" (4) Sikap reporter spt ini mungkin hanya kebiasaan saja, dan mungkin saatnya diubah karena membentuk prilaku... (5) Dlm sebuah siaran BBC, stelah bencana Tsunami di Jeoang, sy mlht liputan yg menunjukkan suami istri bkerja keras memoerbaiki rumahnya (6) Reporter Tv tak menanyakan "apakah sudah terima bantuan?" atau sejenisnya. Melainkan "apa yg sedang kalian lakukan." Mrk menjawab... (7) Mrk menjawab "Kita hrs segera rapihkan rumah, karena semua orang sedang mengalami hal yg sama, sama2 susah.." (8) Mereka melanjutkan begini: "Kl kami bisa cepat urus diri sendiri, perbaiki yg bisa dikerjakan, maka kami bs cepat menolong orang lain" (9) Pancingan pertanyaan reporter spt ini mencerminkan sikap media terhadap bencana, yg akhirnya membentuk karakter bangsa.... (10) Sikap pertama mencerminkan kekesalan thd sikap pemerintah yg "tdk responsif", "kurang peduli", "tak ada koordinasi", namun sekaligus.. (11) namun sekaligus pressure thd aparatur negara yg lamban, dan sekaligus bisa membentuk sikap masyarakat yang.... (12) Sikap masyarakat " menunggu dibantu", atau "menuntut dibantu", "merasa sangat susah", bahkan " bencana adalah sebuah ketidakadilan" (13) Lebih lanjut, dpt membentuk karakter "Semua ini terjadi bkn karena saya". Pdhl kt jg pny kontribusi penting thd akibat yg menimpa kt (14) Bencana alam adlh suatu kehendak alam, ttp respons yg kita ambil ditentukan cr berpikir kita, menentukan akibat2 thd kita selanjutnya (15) Pembentukan Sikap positif thd bencana adlh modal besar bg kemajuan bangsa, krn dari situlah kita dapat melihat apakah... (16) kita dapat melihat, apakah suatu bangsa yg mengharapkan "nasibnya berubah" tetap "melakukan hal yg sama ber-ulang2" atau.. (17) Atau..."melakukan perubahan untuk mendapatkan hasil atau nasib yang berbeda".... (18) Sy mlht warga tak ingin kena banjir, tetapi tak mau pindah & tak ada yg mau memindahkan mrk dari lokasinya yg menjd langganan banjir (19) Pemerintahnya sama saja, ingin banjir hilang, tapi tetap memberikan ijin pembangunan perumahan di rawa2 resapan air.. (20) Menarik disimak juga barang2 apa saja yg dibawa pengungsi saat kebanjiran... (21) di Jakarta yg dibawa adlh bantal & kardus bekas. Di Manado, kt lihat kasur lipat yg dibungkus plastik. Bgmn di daerah lain? (22) Kt tak bs mengatakan warga Manado korban bencana lbh kaya dr warga Jakarta. Apa yg dibawa & apa yg dipersiapkan mncrminkan sikap 23). Sikap dibentuk dr cr berpikir. Anda kaya bkn krn jumlah uang, ttp sikap thd uang. Miskin jg bkn tak pny harta, tp sikap thd kemiskinan (24) Respons thd Musibah jg mencerminkan sikap, apkh kt mnjd lbh kreatif, atau menunggu tanpa kejelasan...siapa yg mau melakukan cHaNgE? (25) apakah kita menyalahkan orang lain thd musibah yg menimpa kita, ataukah kita instrospektif? (26) Sikap itu jg ada dan dibentuk oleh reporter2 yg msh sgt belia: apkh memprovokasi kesalahan orang lain, or mengajak keluar dr masalah (27) Jg dibentuk pr editor seniornya: Mngambil angle yg "lemah", complainer & tak mau berubah, or angle lain yg bs mnjd role model bg msyrkt (28) Carilah angle yg mbuat bgs ini percaya diri & bangga, yg menunjukkan prilaku heroisme, kreatif, positif, minimal mau mnolong dr sndr (29) Prtanyaan positif dimulai dr angle positif, jurnalisme heroisme, sudut pandang editor. Tanpa itu tak akan keluar reportase berkarakter St berpikir baiknya reporter juga mmprovoke agar masyarakat yg sudah bertahun2 kebanjiran sgr pindah, mprovoke pemda bangun rusun yg aman By @Rhenald_Kasali 3 hours ago